Ketua Tunas Muda Timur Dukung Penganugerahan Gelar "Saudara Raja Timor" kepada Jokowi: Bentuk Penghormatan Adat, Bukan Politik

Terkini 02 Aug 2026 13:33 2 min read 601 views By Editor Delis

Share berita ini

Ketua Tunas Muda Timur Dukung Penganugerahan Gelar "Saudara Raja Timor" kepada Jokowi: Bentuk Penghormatan Adat, Bukan Politik
Kupang, Sumbanews.site, ketua tunas Muda Timur, Saulus Ngabi Nggaba, menyatakan dukungan penuh terhadap penganugerahan gelar adat "Saudara Raja Timor"...

Kupang, Sumbanews.site, ketua tunas Muda Timur, Saulus Ngabi Nggaba, menyatakan dukungan penuh terhadap penganugerahan gelar adat "Saudara Raja Timor" kepada Presiden ke-7 RI, ****. Menurutnya, penghargaan yang diberikan oleh para Raja dan Tokoh Adat Timor merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi Jokowi terhadap pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan bermuatan kepentingan politik.

 

 

Pernyataan tersebut disampaikan Saulus di Kupang, Minggu (2/8/2026), sebagai respons atas berbagai tanggapan publik mengenai prosesi pemberian gelar adat kepada mantan kepala negara tersebut.

 

 

"Dalam tradisi masyarakat adat, pemberian gelar Saudara Raja Timor bukan sekadar simbol. Ini adalah ungkapan terima kasih kepada Bapak Jokowi atas jasa-jasanya kepada masyarakat NTT, khususnya masyarakat Timor, selama menjabat sebagai Presiden RI," kata Saulus.

 

 

Menurut Saulus, keputusan memberikan gelar adat merupakan kewenangan penuh masyarakat adat melalui para Raja dan Tokoh Adat Timor. Ia menilai penghormatan tersebut lahir dari penilaian terhadap kontribusi nyata yang dirasakan masyarakat selama satu dekade kepemimpinan Jokowi.

 

 

Ia menyebut berbagai program pembangunan yang dinilai membawa dampak bagi NTT, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, bendungan, peningkatan konektivitas antardaerah, pengembangan sektor pariwisata, hingga berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

"Selama kurang lebih 10 tahun menjabat, NTT menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian dalam pembangunan nasional. Karena itu, para Raja dan Tokoh Adat memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi," ujarnya.

 

 

Saulus juga menepis anggapan bahwa prosesi adat tersebut memiliki tujuan politik.

 

"Prosesi ini adalah inisiatif para Raja dan Tokoh Adat sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan beliau selama menjabat. Jika ada yang mengatakan ini semata karena politik, itu keliru," tegasnya.

 

 

Ia menjelaskan, gelar yang diberikan adalah "Saudara Raja Timor", bukan "Raja Timor", karena penghargaan tersebut dimaksudkan sebagai simbol persaudaraan dan penghormatan adat, bukan pengangkatan sebagai pemimpin adat di wilayah Timor.

 

 

"Selama Bapak Jokowi menjadi Presiden, banyak hal yang sudah dibuat di NTT dibanding presiden sebelumnya. Karena itu para Raja dan Tokoh Adat memberikan penghargaan sebagai Saudara Raja Timor," katanya.

 

 

Di akhir pernyataannya, Saulus mengajak masyarakat NTT untuk menyikapi perbedaan pandangan secara dewasa serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.

 

 

"Saya mengimbau masyarakat NTT agar tidak mudah diadu domba oleh kepentingan pihak-pihak tertentu. Kita patut menghargai keputusan para Raja dan Tokoh Adat Timor sebagai bagian dari kearifan lokal dan upaya menjaga persatuan dalam bingkai NKRI," ujarnya.

Redaksi

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles