Dua Kali Gagal Seleksi, Siswi SMAN 1 Medan Cily Y. Zalukhu Akhirnya Terpilih Jadi Paskibraka ke Jakarta

Terkini 15 Aug 2026 21:17 3 min read 27 views By Editor Delis

Share berita ini

Dua Kali Gagal Seleksi, Siswi SMAN 1 Medan Cily Y. Zalukhu Akhirnya Terpilih Jadi Paskibraka ke Jakarta
Mesan, sumbanews.site, Kegagalan dua kali dalam mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak membuat Cily Y. Zalukhu (16) meny...

Mesan, sumbanews.site, Kegagalan dua kali dalam mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak membuat Cily Y. Zalukhu (16) menyerah. Siswi SMA Negeri 1 Medan tersebut akhirnya berhasil mewujudkan impiannya setelah terpilih menjadi anggota Paskibra dalam program Afirmasi Pendidikan Menengah (APM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta.

 

 

Cily, yang berasal dari Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, terpilih sebagai salah satu anggota Paskibra dalam program APM. Ia menjadi satu-satunya peserta dari Sumatera Utara yang mewakili program tersebut.

 

 

Bagi Cily, pencapaian ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Sebab, sebelumnya ia telah dua kali mengikuti tes dan proses seleksi Paskibra, namun belum berhasil lolos.

 

 

Kegagalan tersebut justru menjadi motivasi bagi Cily untuk terus berlatih dan memperbaiki diri. Dengan ketekunan dan kesabaran, ia kembali mencoba hingga akhirnya kesempatan yang dinantikan datang pada tahun ini.

 

 

Cily mengaku terharu sekaligus bangga ketika mengetahui dirinya terpilih. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena mendapat kesempatan untuk mengemban tugas sebagai anggota Paskibra dalam rangkaian kegiatan di Kemendikdasmen di Jakarta.

 

 

«“Sebelumnya saya sudah mencoba dua kali, tetapi gagal dan tidak berhasil. Namun, tahun ini Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi pengibar bendera di Kemendikdasmen. Saya merasa sangat bersyukur,” ujar Cily, Sabtu 15 Agustus 2026.

 

 

Setelah dinyatakan terpilih, Cily bersama anggota Paskibra lainnya menjalani masa karantina sekaligus mengikuti latihan secara intensif. Berbagai materi dan latihan harus dijalani dengan disiplin tinggi.

 

 

Rutinitas selama karantina terbilang cukup padat. Para peserta harus bangun sejak pukul 04.00 WIB untuk mengikuti rangkaian kegiatan dan latihan. Bahkan, waktu makan pun dibatasi sehingga para peserta dituntut mampu mengatur waktu dan menjaga kondisi fisik.

 

 

Latihan fisik yang intensif menjadi bagian dari proses pembentukan kedisiplinan dan kesiapan para anggota Paskibra. Meski cukup melelahkan, Cily mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.

 

 

Selain kemampuan baris-berbaris dan ketahanan fisik, ia mendapatkan pengalaman dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia.

 

 

Menurut Cily, kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun solidaritas dan memperluas pertemanan dengan pelajar dari berbagai provinsi.

 

 

«“Pada kesempatan kali ini saya ingin mendapatkan banyak pengalaman baru dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda dari berbagai provinsi di Indonesia,” ujarnya.»

 

 

Perjalanan Cily menjadi Paskibra menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari sebuah perjuangan. Dua kali gagal dalam seleksi justru menjadi bagian dari proses yang membentuk ketekunan hingga akhirnya ia berhasil meraih kesempatan yang selama ini diimpikannya.

 

 

Dengan semangat tersebut, Cily berharap pengalaman selama mengikuti program Paskibra di Jakarta dapat menjadi bekal untuk terus berkembang, sekaligus memotivasi pelajar lainnya agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

 

Reporter: Eko

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles